Obama dan Putin
Beritakutech - Nuklir masih dianggap tabu meski
sejumlah negara berlomba-lomba mempercanggih sistem persenjataan mereka.
Bagaimana tidak, sekali digunakan, bom nuklir bisa meluluhlantakkan
sebuah kota, mencabut nyawa jutaan orang, dan dampaknya bahkan bisa
dirasakan beberapa generasi mendatang. Senjata nuklir baru digunakan 2 kali sepanjang sejarah. Di Hiroshima dan Nagasaki, di penghujung Perang Dunia II pada 1945. Kala itu daya ledak bom nuklir yang dijatuhkan di dua kota di Jepang itu sebesar 20 kilo (ribuan) ton TNT. Sedangkan bom nuklir sekarang ini berdaya ledak lebih dari 70 mega (jutaan) ton TNT.
Saking mengerikannya efek bom nuklir, pemimpin dunia secara kolektif bersumpah untuk tidak pernah menggunakannya lagi. Namun, pekan ini potensi ancaman kembali muncul. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, dunia sebaiknya tak 'mengganggu' Rusia.
"Saya mengingatkan bahwa Rusia adalah salah satu negara nuklir terkemuka," kata dia di depan pemuda pro-Kremlin di sebuah danau di luar kota Moskow, seperti Beritakutech kutip dari News.com.au, Selasa (2/9/2014).
Pernyataan Putin dikeluarkan menyusul aksi agresif Rusia pada Ukraina, yang dianggap serius oleh pemimpin Barat. Tak hanya memberlakukan sanksi keras, para anggota NATO bahkan menyiapkan pasukan "ujung tombak" berkekuatan 4.000 tentara yang dapat dengan cepat dikerahkan ke wilayah konflik. Perang besar dikhawatirkan meletus.
Diperkirakan, ada 22 ribu senjata nuklir di dunia. Demikian menurut UN Office for Disarmament Affairs. Namun, itu baru sebatas perkiraan, tak bisa diverifikasi. Sebab, mayoritas negara menutup rapat-rapat program nuklir mereka.
Negara mana saja yang punya senjata nuklir?
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat mengembangkan senjata nuklir pertama dalam masa Perang Dunia II dibayangi ketakutan didahului oleh Nazi Jerman.
AS adalah satu-satunya negara di muka Bumi yang pernah memakai senjata nuklirnya. Di Jepang pada 1945. Pengadaan senjata nuklir Negeri Paman Sam memuncak pada 1967, yakni 31.255 hulu ledak Namun jumlah tersebut sudah jauh berkurang.
Pada September 2013, menurut Nuclear Threat Initiative (NTI) -- organisasi non-profit yang berupaya mengurangi penyebaran senjata nuklir -- jumlah hulu ledak milik AS menjadi 4.804 buah.
Meski demikian, masih ada 'ribuan' yang belum dibongkar atau dinonaktifkan dan sekitar 200 senjata disimpan di Belgia, Italia, Jerman, Belanda, dan Turki.
2. Rusia
Federation of American Scientists menyebut, ada ketidakpastian tentang situs-situs nuklir Rusia.
Namun, NTI memperkirakan, negara yang mewarisi nuklir dari Uni Soviet itu memiliki 1.512 hulu ledak strategis yang bisa langsung dikerahkan -- dari total 8.500 sampai 10.000 hulu ledak. Sementara 3.000 lainnya dalam proses penonaktifan.
3. China
Tiongkok menutup rapat-rapat soal senjata nuklirnya, meski diduga bahkan menggunakan fasilitas penyimpanan bawah tanah untuk menyembunyikan senjata pemusnah massal itu. Diperkirakan negara tersebut memiliki 250 hulu ledak yang disimpan di 12 lokasi. Demikian menurut Federation of American Scientists.
4. Prancis
Prancis punya 290 hulu ledak, yang diduga disimpan di 6 lokasi di negara tersebut. Menguji coba senjata nuklirnya pertama kali pada 1960, serta bom hidrogen pada 1968.
5. Inggris
Inggris punya kurang dari 225 hulu ledak nuklir, yang semuanya dapat diluncurkan melalui laut.
Britania Raya melakukan uji coba senjata nuklir pertamanya ("Hurricane") pada 1952, dengan data yang sebagian besar didapat dari hasil kerja sama dengan Amerika Serikat dalam Proyek Manhattan. Motivasi utamanya adalah agar dapat melawan Uni Soviet secara independen.
Di luar yang dianggap sebagai "negara dengan senjata nuklir", sebuah status yang diberikan oleh Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty atau NPT) -- sejumlah negara juga dilaporkan menyimpan nuklir. Apa saja?
Selanjutnya: Israel Versus Iran ...
Posting Komentar