Di Puspitek Serpong, berdiri salah satu dari 3 pusat reaktor nuklir di Indonesia, selain di Bandung dan Yogyakarta.
Beritakutech - Terletak di kawasan Rumpin, Serpong,
Tangerang Selatan, Banten berdiri sebuah kawasan Pusat Pengembangan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Serpong (Puspitek Serpong). Di kawasan
yang dibangun sejak 1987 ini, berdiri salah satu dari 3 pusat reaktor nuklir di Indonesia, selain di Bandung dan Yogyakarta.berkesempatan mengunjungi lokasi terisolir itu di bawah Badan Tenaga Atom Nasional (Batan). Tidak mudah memasuki kawasan itu, kami harus melalui pemeriksaan petugas pengamanan yang cukup ketat di pintu gerbang.
Sebelum memasuki gedung utama reaktor nuklir, kami diberi pengarahan dan pengenalan secara umum tentang kawasan reaktor nuklir terbesar di Indonesia itu. Sekaligus pengarahan tata tertib dan evakuasi jika mengalami kondisi darurat.
Usai pengarahan, kami menuju gedung utama penelitian dan produksi isotop atau biasa dikenal nuklir cair. Gedung berwarna abu-abu dengan ornamen batu bata merah itu terpampang nama pendiri penelitian ini, Prof Dr Gerrit Agustinus Siwabessy, ahli atom sekaligus Menteri Kesehatan pertama di Indonesia.
Meski cukup tua, bangunan itu masih terlihat kokoh. Di gedung tersebut, kami mengisi buku tamu dan mengawali sebuah pengenalan bagaimana kinerja, manfaat, sekaligus bahaya nuklir yang dipandu seorang staf Batan. Pemaparan pun usai sekitar 30 menit.
Tiba saatnya kami memasuki ruang reaktor nuklir, ruang di mana neutron dihasilkan sebagai isotop untuk pemanfaatan bidang kesehatan, pertanian, dan obat-obatan. Namun sebelum memasuki ruang terisolir itu, kami harus menggunakan pakaian khusus agar tidak terkena radiasi nuklir.
Setelah menaiki sejumlah lantai dan pintu yang terkunci rapat, akhirnya kami tiba di ruang reaktor nuklir. Di ruang seluas sekitar 50 meter persegi itu terdapat beberapa bagian mesin pengendali. Di bagian tengah ruang, terdapat lubang menyerupai sumur berdiameter sekitar 6 meter.
Di sumur itulah reaktor nuklir bekerja. Di tengah-tengah lubang itu terdapat batang aluminium pengendali reaktor nuklir yang terhubung ke dasar sumur sedalam 13 meter. Di dasar sumur itulah neutron ditembakkan ke uranium untuk menghasilkan neutron baru.
"Neutron ditembakkan ke uranium, maka uranium terbelah. Saat terbelah itu menghasilkan panas, dan saat terbelah itu menghasilkan neutron-neutron baru antara 1 sampai 3," ujar petugas Layanan Informasi Puspitek Batan Edison Sihombing.
Menurut Edison, panas yang dihasilkan saat neutron ditembakkan ke uranium bisa mencapai 30 Megawatt (MW) Termal atau maksimal 10 Megawatt listrik. "Sederhananya, panas itu kalau digunakan untuk memutar baling-baling bisa menghasilkan listrik sebesar 30 MW," contoh pria humoris itu.
"Itulah, alasan reaktor tersebut dikelilingi air murni (H2O) dan tekanan udara yang kecil di ruang tersebut," sambung Edison.
Posting Komentar